Sebuah kata

Aku itu magang di club jurnalistik kampus,dan beberapa waktu kemudian aku tahu dari pengumuman kalo aku gak lulus magang disitu. Gara-gara apaan? Aku mau tanya aja malu, tapi mungkin sih gara-gara ngabsenin temen yang sebenernya ga hadir haha. Jadi sebagai imbasnya, aku dapet tugas buat opini tentang pemilihan umum raya di fakultasku yang buat milih ketua dan waka BEM. Deadline nya itu besok banget jam sepuluh pagi, dan saat itu juga aku ada ujian akhir praktikum. Ga mungkin dong aku ngerjain mepet mepet deadline. Udah mabok gegara ujian praktikum, ditambah lagi muntah-muntah ngerjain tulisan. Bisa mati sia-sia aku. Jadi dengan sekuat hati, dan dengan pengetahuan yang dangkal tentang pemira itu, aku coba rangkai kata demi kata menjadi paragraf yang aku harap bermutu, berfaedah, dan berpahala. Aku mulai meng-ada-ada-kan sesuatu yang sebenarnya tidak ada, dan jadilah tulisan ini : Oya mohon maaf sebelumnya kalau ada salah kata atau kalimat-kalimat yang menyinggung. Lo Siento :v


ulaz unair, tida ada hubungannya dengan tulisan wkkw

FST Menuntut Bukti

Layakya sebuah fakultas, Fakultas Sains dan Teknologi yang di dalamnya terdapat BEM ( Badan Eksekutif Mahasiswa), BLM ( Badan Legislatif Mahasiswa ), dan organisasi lainnya melakukan regenerasi kepengurusan setiap periodenya.  Regenerasi ini tentu saja penting dalam sebuah organisasi, ia menentukan masa depan organisasi.

Di Fakultas Sains dan Teknologi sendiri regenerasi ditentukan dari Pemira yaitu Pemilihan Umum Raya. Pemira FST Unair bertujuan untuk memilih wakil dan ketua BEM, anggota BLM, dan perwakilan anggota DLM Fakultas Sains dan Teknologi. Pemira FST 2018 sendiri dilakukan pada hari Selasa, 27 November 2018 bertempat di FST. Sebelum Pemira, terdapat banyak rangkaian kegiatan di bulan November mulai dari pendaftaran calon yang berakhir pada tanggal 10 November 2018, Uji kelayakan pada 12 dan 13 yang dilanjutkan pada Uji publik pada 14, Debat calon pada tanggal 16 dan 20 , sampai puncaknya Pemira pada tanggal 27. Masa kampanye dari Pemira FST Unair kali ini pun terbilang cukup padat, berlangsung selama 10 hari dari 13 sampai dengan 23 November 2018. Kita sendiri bisa melihat tagar-tagar dan kampanye online yang ramai baik di media sosial Instagram, LINE, dll.

Total terdapat dua pasangan yang berkompetisi mendapatkan gelar ketua dan wakil BEM FST. Pasangan pertama yaitu pasangan #KolaborasiKarya yang terdiri dari Fakhri Firdaus, Kimia 2016, sebagai calon ketua dan Akhmad Fahmi R., Teknik Lingkungan 2016, sebagai wakil calon BEM FST. Pasangan kedua yaitu pasangan #SemangatBaru yang terdiri dari M.Yasid Bastomi, Fisika 2016, sebagai calon ketua dan Jordan Oktavio, Biologi 2017, sebagai wakil ketua.

Di bumi FST, bukan hanya terdapat dua tiga rumpun berbeda yang berada dalam satu kompleks, tepatnya terdapat delapan, delapan himpunan mahasiswa dengan program studi dan visi yang berbeda pula. Jika farak kerap kali berhubungan dengan kontras, hal  tersebut tidak berlaku di Fakultas Sains dan Teknologi. FST menuntut MPC WJB ( mbuh piye carane wajib ) farak menjadi indah, perbedaan dapat berpadu dengan warnanya masing-masing menggapai satu tujuan. Tuntutan ini tidak lain menjadi tuntutan yang ditujukan kepada para calon pemimpin kita, ketua dan wakil ketua BEM FST 2018. Jika sebelumnya yang menjadi daya tarik dari teman-teman calon ketua bem dan wakabem adalah adalah banyaknya prestasi dan pengalaman yang meunjukan kapabilitas teman-teman dalam memimpin, selanjutnya biarlah kami warga FST sendiri yang menyaksikan kebenaran dan pembuktian dari keberhasilan sebuah sinergi antar seluruh warga FST.

Comments

  1. Wah, Dita masih semangat ikut Jurnalistik yah? :) Btw, ukuran font nya gedein dumz hehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tetap senang meski mabok SPAB

The Most Postponed Trip Ever Part 1